Berdasarkan penelitian American Academy of Ophthalmology, anak-anak yang masih berusia 5 sampai 9 tahun memiliki kedua bola mata yang belum sigap dalan berkordinasi.
Masalahnya menurut mereka di usia seperti itu anak-anak kecil kerap memiliki rasa kebebasan yang tinggi sehingga merasa sudah memiliki informasi yang lengkap dalam bertindak. Padahal yang terjadi sebaliknya dimana mereka tidak menerima informasi secara utuh.
Baca Juga: Peneliti Buat Robot Tangan Biomedis untuk Ukur Rangsangan Pasien
Daisuke Kiryu dari Honda Research and Development mengatakan, anak-anak hanya bisa memiliki jangkauan pandangan dua per tiga dari jangkauan pandangan orang dewasa.
Di Jepang, anak-anak kecil memang sudah berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki seorang diri. Tentu jangkauan pandangan mereka akan kondisi jalan juga akan sangat terbatas. Hal inilah yang coba diatasi oleh Hondadengan menghadirkan Ropot.
"Untuk menghindari potensi yang merugikan karena kondisi jalan, dibutuhkan pendekatan lain selain mendampingi anak-anak secara langsung," ucap Daisuke Kiryu.
(Sazili Mustofa)