SEBUAH studi baru mengungkap Planet Mars sekira 4,4 miliar tahun lalu memiliki banyak air. Ini menunjukkan waktu yang jauh lebih awal dari perkiraan sebelumnya. Kemudian air yang dimiliki Planet Merah itu ternyata sudah ada sebelum muncul kehidupan di Bumi. Sayangnya, terus terjadi penguapan terhadap air-air di sana.
Hal ini diungkapkan para ilmuwan berdasarkan analisis meteorit NWA 7533 yang ditemukan meteorit di Gurun Sahara. Mereka menyatakan meteorit tersebut berasal dari miliaran tahun lalu di Mars. Oksidasi di dalam meteorit pada mineral tertentu mengisyaratkan keberadaan air.
Baca juga: Astronom Temukan Kembaran Bulan di Dekat Mars
Temuan ini bisa mundur sekira 700 juta tahun dari perkiraan tanggal pembentukan air di Mars, atau dari jangka waktu 3,7 miliar tahun yang telah menjadi konsensus hingga sekarang. Penelitian ini juga dapat memberikan beberapa wawasan tentang bagaimana bentuk Planet Merah itu pertama kali.
"Ini pertama kalinya saya menyelidiki meteorit khusus ini yang dijuluki 'Kecantikan Hitam' karena warnanya yang gelap," kata ilmuwan planet Takashi Mikouchi dari Universitas Tokyo, Jepang, seperti dikutip dari Science Times, Rabu (11/11/2020).
Baca juga: Waspadalah, 3 Tanda Depresi yang Mungkin Anda Tak Sadari
Para ahli menggunakan empat jenis analisis spektroskopi untuk mendeteksi sidik jari kimia dalam sampel NWA 7533. Penemuan ini membuat tim ilmuwan menarik beberapa kesimpulan menarik.
Kisah air di planet dan bulan sangat menarik bagi para ilmuwan planet. Salah satu ketidaktahuan besar adalah apakah air ditambahkan ke tubuh planet setelah terbentuk, melalui efek asteroid dan komet, atau apakah itu terjadi secara alami selama proses pembentukan planet.