BARU-baru ini ditemukan fakta bahwa ternyata mata ular sanca lebih besar dari perutnya. Hal ini disimpulkan melalui penelitian yang dipublikasikan melalui jurnal Austral Ecology.
Penelitian tersebut sebenarnya terinspirasi dari kasus seekor ular sanca semak yang masuk ke rumah Lee-An Mears. Kejadian itu pertama kali diketahui oleh ahli biologi reptil Daniel Natusch dan segera memberi tahu Mears bahwa ada seekor ular yang mendekati rumahnya.
Baca juga: Kemunculan Ular Langka Berkepala Dua Hebohkan Warga
Hal tersebut diketahui Daniel berkat bantuan alat radiotelemetri yang digunakan untuk penelitian dan melihat bagaimana ular tersebut bergerak melintasi daratan.
Daniel kemudian meminta Mears menutup pintu dan jendela yang saat itu memang sengaja dibuka agar udara di rumah tidak terlalu panas. Dia tidak menyangka bagaimana mungkin ular seberat 5 kilogram mampu menjatuhkan wanita dengan berat 64 kilogram tersebut.
Di alam liar ular mencoba mencari mangsa dan secara fatal gagal menggigit lebih dari yang mereka bisa kunyah. Lantas, Daniel dan rekan-rekannya bertanya-tanya mengapa ular mempertaruhkan nyawanya untuk makan.
Mereka kemudian mencari informasi tentang kasus serupa dan berfokus pada 32 serangan spesifik yang pernah tercatat. Dilaporkan bahwa beberapa ular sanca coba menelan mangsa yang lebih besar. Ini diteliti dalam sembilan kali kesempatan, dan tiga di antaranya mengakibatkan kematian ular.
Alasan mengapa hal itu bisa terjadi masih kurang jelas. Namun kemungkinan ini lebih sering terjadi di lingkungan yang keras.
Baca juga: Dua Pemburu Tangkap Ular Piton Burma Berukuran Paling Besar
Ular mungkin dapat bertahan hidup tanpa makanan selama berbulan-bulan. Tetapi makanan yang lezat dapat meningkatkan peluang kelangsungan hidup reptil itu. Terkadang hal ini juga yang menyebabkan esofagus (saluran yang menghubungkan tekak dengan lambung) ular pecah dan akhirnya mati lemas.
"Fenomena ini bisa saja terjadi secara luas pada ular. Kemungkinan besar ini terjadi pada jenis konstriktor seperti boa dan piton (sanca)," jelas hasil penelitian, seperti dikutip dari IFL Science, Rabu (21/10/2020).