Dikutip dari Fox News, Rabu (21/10/2020), meteor terbentuk ketika meteorid atau sejenis batuan luar angkasa yang lepas dari asteroid memasuki atmosfer Bumi. Setelah puing-puing antariksa melintas, asteroid ini akan terurai menjadi apa yang oleh para ilmuwan sebut meteor, kemudian menguap dan sebagai akibat dari gesekan akan muncul cahaya terang di langit.
"Karena tampilannya seperti garis-garis cahaya, sebagian orang menyebut meteor sebagai 'bintang jatuh'. Tetapi para ilmuwan tahu bahwa meteor sama sekali bukan bintang, hanyalah pecahan batu," jelas NASA dalam sebuah posting blog.
Baca juga: Tanda Kehidupan di Venus Mungkin Berasal dari Bumi
Meteor Orionid sendiri adalah bongkahan kecil batuan yang memisahkan Komet Halley. Meteor khusus ini dinamai menurut titik asalnya yaitu Konstelasi Orion.
(Hantoro)