Kisah Ilmuwan Bimbing Perempuan Petani Gunakan Teknologi untuk Ekspor

Agregasi VOA, Jurnalis
Kamis 08 Oktober 2020 21:35 WIB
Ilustrasi perempuan petani. (Foto: Unsplash)
Share :

Etik Rasau, petani di Kalimantan Barat, coba mengikuti perkembangan teknologi untuk mengembangkan diri. Ia menggunakan her venture, aplikasi pelatihan bagi kaum perempuan. Her venture mengajarkan strategi dalam memulai, membangun, dan menjaga usaha tetap berjalan. Walaupun didampingi Yayasan Dian Tama, Etik dan beberapa perempuan petani yang berjualan di Pontianak mengaku masih awam terhadap aplikasi ponsel tersebut.

"Hanya beberapa perempuan petani punya HP Android walaupun sudah punya usaha kecil kripik olahan. Sinyal HP juga susah," jelas Etik Rasau.

Baca juga: Nobel Kimia 2020 Diraih 2 Wanita Penemu Metode Gunting Genetika 

Di Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak semua perempuan anggota Jaringan Perempuan Usaha Kreatif (JarPUK) mempunyai ponsel Android. Isu lain yang mereka hadapi adalah pulsa data lebih sering digunakan untuk media sosial.

Yustin, pendamping JarPUK, menawarkan solusi. "Jadi cara yang dilakukan yaitu satu ibu yang pakai HP Android bisa belajar bersama dengan dua atau tiga orang ibu yang lain dalam satu kelompok," jelasnya.

Teknologi seperti aplikasi her venture memungkinkan perempuan petani terampil menggunakan ponsel. Keterampilan itu membuat mereka tetap bisa berniaga meskipun dalam situasi pandemi dan umumnya berjualan dari rumah. Yustin menjelaskan lebih jauh.

"Ilmu yang didapat dari her venture ini sangat membantu mereka dalam menganalisis usaha yang potensial dengan kekuatan lokal, dan potensi lokal apa yang menjadi pilihan yang tepat ketika mereka mengambil keputusan untuk berusaha," paparnya.

Menurut Firly, tantangan pencarian kata kunci produk pertanian Indonesia dalam search engine optimization (SEO) untuk pasar global, diatasi dengan konsultan digital marketing dari luar negeri, karena beberapa perusahaan besar Indonesia hanya mampu mengerjakan di pasar lokal.

Baca juga: Peraih Nobel Fisika Ungkap Lubang Hitam Miliki Gravitasi Sangat Besar 

Ketika permasalahan SEO produk pertanian itu terselesaikan dan membuahkan hasil, sejumlah pemesanan secara daring mengalami kendala di tengah pandemi virus corona (covid-19), mulai pembatalan hingga penundaan sampai waktu yang tidak ditentukan.

Sejak Agustus 2020, Tanihood melanjutkan sejumlah penawaran dan negosiasi yang tertunda pada awal wabah virus corona merebak. Kini jumlah produk pertanian Indonesia lebih banyak diekspor semasa pandemi hingga ke pasar Asia dan Amerika Utara.

(Hantoro)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya