STUDI baru para ilmuwan mendapati adanya kerusakan parah pada dua gletser utama Antartika. Keadaan ini diketahui melalui pantauan citra satelit.
Para peneliti dari Amerika Serikat dan beberapa negara lain menerbitkan hasil studi tersebut Senin kemarin. Diungkapkan bahwa ditemukan dua gletser di Antartika paling cepat berubah, yakni Pine Island Glacier dan Thwaites Glacier.
Baca juga: Suhu Kutub Selatan Naik 1,8 Derajat Celsius dalam 30 Tahun Terakhir
Terdapat celah-celah dan retakan terbuka pada keduanya. Ini menunjukkan tanda-tanda melemahnya struktural dua gletser tersebut.
"Area kerusakan ini terdiri dari area yang sangat berlekuk dan retakan terbuka. Ini merupakan tanda bahwa zona geser kedua rak es itu telah melemah secara struktural selama dekade terakhir," jelas para ilmuwan dalam tulisannya, sebagaimana dikutip dari Fox News, Kamis (17/9/2020).
Perubahan kondisi atmosfer dan samudera selama beberapa dekade telah menyebabkan permukaan laut naik akibat gletser mencair. Menurut penelitian tersebut, Pine Island Glacier dan Thwaites Glacier membuat sekira 5 persen kenaikan permukaan laut global.
"Kedua gletser menunjukkan perubahan yang berbeda dalam beberapa dekade terakhir yang didorong perubahan kondisi atmosfer dan samudera yang menyebabkan peningkatan pencairan lapisan es terapung yang disebabkan oleh lautan," terang para ilmuwan.
Baca juga: Peta Satelit Ungkap Es Mencair di Greenland dan Antartika
Sementara menurut The Science Times, permukaan laut global telah naik dengan kecepatan sekira 1,4 inci per tahun.
Jika kedua gletser tersebut rusak, banyak daerah di sekitarnya juga akan hancur, menyebabkan keruntuhan yang meluas dan kenaikan permukaan laut yang signifikan. Demikian disampaikan Indrani Das, profesor riset untuk Kolaborasi Gletser Thwaites Internasional dan Observatorium Bumi Lamont-Doherty di Columbia Universitas.