“Kami menemukan hubungan yang signifikan antara rata-rata kadar vitamin D dan jumlah kasus Covid-19, dan khususnya tingkat kematian Covid-19, per kepala populasi di 20 negara Eropa," kata pengamat Aktivitas Fisik dan Kesehatan Masyarakat di Universitas Anglia Ruskin, Lee Smith.
Smith menambahkan bahwa vitamin D telah terbukti melindungi infeksi pernapasan akut. "Vitamin D juga ampuh melindungi para lansia (lanjut usia) yaitu kelompok yang paling kekurangan vitamin D, juga yang paling parah terkena dampak Covid-19," tambah Smith.
Ia melanjutkan sebuah studi sebelumnya menemukan bahwa 75% lansia di rumah sakit dan rumah perawatan, sangat kekurangan vitamin D.
"Kami menyarankan untuk melakukan penelitian khusus melihat tingkat vitamin D pada pasien Covid-19 dengan tingkat keparahan penyakit yang berbeda-beda," tambahnya.
(Kemas Irawan Nurrachman)