PARA ilmuwan yang mempelajari meteorit langka menemukan bahwa batuan kuno mengandung lebih banyak hidrogen daripada yang diperkirakan sebelumnya. Hidrogen, bersama dengan oksigen, adalah salah satu dari dua bahan penting air.
Jika Bumi terbentuk dari bahan yang serupa, maka akan ada lebih dari cukup hidrogen tersedia untuk digabungkan dengan oksigen, sehingga menciptakan semua air di dunia.
“Bumi mungkin telah penuh air sejak awal, ketika mulai terbentuk,” kata Laurette Piani, seorang kosmokimia di Pusat Penelitian Petrografi dan Geokimia di Prancis seperti dilansir dari NBC News.
Awalnya, Bumi diperkirakan terbentuk dalam keadaan kering, karena sangat dekat dengan matahari yang panas. Sebaliknya, bumi malah dipenuhi bebatuan basah yang menunjang kehidupan.
Para ilmuwan telah mencoba menjelaskan misteri tersebut selama bertahun-tahun, dan mengembangkan teori bahwa pada awal dibombardir oleh meteorit yang kaya akan air dan komet es dari tata surya luar yang membeku. Komet tersebut, yang kemudian membentuk lautan, danau, sungai, dan awan.
Tetapi, teori ini tidak cocok dengan jejak kimiawi yang ada dalam komposisi Bumi, dan tidak secara langsung menjelaskan banyaknya air samudera yang terkunci di bawah tanah dalam bebatuan Bumi.
Piani dan rekan-rekannya memeriksa meteorit enstatite chondrite, yang diduga ada di bagian dalam tata surya yang panas lebih dari 4,5 miliar tahun yang lalu, di samping Bumi dan planet berbatuan lainnya.