Peneliti Temukan Spesies Baru Dinosaurus, Kerabat Dekat T-Rex

Farah Azka Gazali, Jurnalis
Sabtu 15 Agustus 2020 15:02 WIB
(Foto: Darren Naish/BBC)
Share :

JAKARTA – Ahli paleontologi dari Universitas Southampton umumkan spesies baru dinosaurus theropoda – karnivora berkaki dua – dalam jurnal Papers in Palaeontology pada Rabu (12/8/2020). Dinamakan Vectaerovenator inopinatus, para ahli meyakini bahwa spesies baru ini merupakan kerabat dekat Tyrannosaurus rex (T-Rex) yang hidup 115 juta tahun lalu, atau pada periode kapur.

Dilansir BBC, penemuan ini diidentifikasi dari bebera tulang yang ditemukan pada 2019 di wilayah Isle of Wight, lepas pantai selatan Inggris. Tulang ini ditemukan oleh Robin Ward, seorang pemburu fosil dari Stratford-upon-Avon di Inggris tengah saat sedang berkunjung dengan keluarganya.

“Kegembiraan menemukan tulang yang kami temukan benar-benar luar biasa,” ucap Ward dikutip BBC.

Tidak hanya Ward, sebagian tulang lainnya juga ditemukan oleh James Lockyer dari Spalding dan Paul Farrell dari Ryde. Secara total, sejumlah tulang itu ditemukan dalam tiga penemuan berbeda dan pada akhirnya diserahkan ke Museum Pulau Dinosaurus di Sandown – tempat yang kini memamerkannya.

Suatu alasan mengapa spesies ini diberi nama Vectaerovenator adalah untuk mengacu pada ruang udara bebas yang terdapat pada beberapa tulang. Ruang bebas ini juga yang menjadikannya diidentifikasi sebagai kerabat dekat Tyrannosaurus rex, mengingat theropoda memiliki ciri ruang udara pada tulang mereka.

Selain itu, dilansir CBS, ruang udara pada tulang therapoda memiliki kesamaan dengan ‘kantung udara’ pada burung zaman modern. Pada burung modern, ruang kosong ini digunakan sebagai alat bantu pernapasan sekaligus menjadikan kerangka lebih ringan.

Baca juga: Sejarah Singkat Mengenai Perkembangan Komputer

“Kami terkejut dengan betapa kosongnya hewan ini - penuh dengan ruang udara. Bagian kerangkanya pasti agak rapuh,” ucap Chris Barker, pemimpin studi di Universitas Southampton, dikutip CBS.

Tentunya tidak hanya terkejut, para ahli juga merasa temuan ini sangat menggembirakan. Menurut Barker, catatan mengenai temuan dinosaurus theropoda “pertengahan” periode kapur di Eropa tidak terlalu bagus. Sehingga tentu saja ini menjadi penemuan langka yang dapat menambah ilmu pengetahuan di masa depan.

(Ahmad Luthfi)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya