LONDON - Para ilmuwan memastikan virus corona bermutasi kira-kira setiap 15 hari sekali dan terus menjinak, dikutip Sindonews. Virus Corona yang terus bermutasi memasuki fase yang sangat dinantikan para peneliti.
Ribuan urutan genetik virus telah diunggah ke database terbuka NextStrain yang menunjukkan bagaimana virus bermigrasi dan membelah menjadi subtipe baru.
Para peneliti mengatakan data menunjukkan virus corona bermutasi rata-rata setiap 15 hari, menurut National Geographic.
Salah satu pendiri NextStrain, Trevor Bedford, mengatakan bahwa mutasi sangat kecil sehingga tidak ada satu strain yang lebih mematikan daripada yang lain.
Para peneliti juga percaya strain tidak akan tumbuh lebih mematikan ketika berevolusi. Bedford mengatakan kepada National Geographic: "Mutasi ini benar-benar jinak dan berguna sebagai potongan teka-teki untuk mengungkap bagaimana virus menyebar." tulis The Sun Minggu (5/4/2020).