Kebijakan Subsidi Bangkitkan Pasar Mobil Listrik yang Lesu di China

Medikantyo, Jurnalis
Senin 24 Februari 2020 11:59 WIB
Pengisian daya ulang mobil listrik Tesla di China (Foto: Okezone.com/Istimewa)
Share :

BEIJING - Menurunnya penjualan mobil berbasis tenaga terbarukan (NEV) di China ditunjukkan dengan data terbaru Asosiasi Industri Otomotif China. Berdasarkan laporan terbaru, penjualan NEV di China selama Januari 2020 merosot hingga 54 persen dibandingkan periode serupa tahun lalu.

Data yang dimaksud sudah merangkum penjualan mobil listrik berbasis baterai penuh, plug-in hybrid (PHEV), dan mobil berbahan bakar sel hidrogen. Menurunnya minat masyarakat negeri tirai bambu pada mobil listrik disebut berkaitan dengan kebijakan pemotongan subsidi terkait pembelian kendaraan elektrifikasi tahun lalu.

Perpanjangan pemberlakuan subsidi pembelian mobil listrik, diperkirakan menjadi solusi terhadap lesunya pasar kendaraan elektrifikasi di China saat ini. Menurut sebuah sumber, seperti dilansir dari laman Autonews, pembicaraan mengenai keberlanjutan subsidi ini masih berada di tahap awal.

Subsidi yang diberikan Pemerintah China untuk masyarakat terkait pembelian mobil listrik ataupun energi terbarukan, sudah berjalan selama satu dekade. Ditambah kemudahan regulasi maupun insentif tambahan dari otoritas di tingkat daerah, berimbas pada meroketnya pasar kendaraan dengan energi terbarukan negara ini.

Besaran subsidi yang diberikan Pemerintah China awalnya mencapai 60 ribu Yuan atau sekitar Rp118,7 juta, dalam sekali pembelian mobil listrik. Tahun lalu, angka tersebut dipotong lebih dari separuh menjadi hanya 25 ribu Yuan atau tinggal Rp49,4 juta tergantung pada jarak jelajah kendaraan listrik pilihan masyarakat.

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya