JAKARTA - Beberapa waktu lalu dunia dihebohkan dengan penemuan gambar satelit yang menunjukan pelepasan sulfur dioksida besar-besaran di Wuhan dan Chongqing di China.
Penemuan gambar tersebut dikaitkan dengan kremasi massal korban virus korona. Asumsi ini didasarkan pada fakta bahwa sulfur dioksida dilepaskan ketika tubuh manusia dibakar.
Informasi ini diunggah oleh salah satu pengguna Twitter yang hingga saat ini telah diteruskan hingga 12 ribu kali lebih dan disukai oleh 15 ribu orang lebih. Kabarnya gambar tersebut diambil dari situs windy.com.
Data from https://t.co/oDMad8pquE shows a massive release of sulfur dioxide gas from the outskirts of Wuhan, commonly associated with the burning of organic matters. Levels are elevated, even compared with the rest of China. pic.twitter.com/XgBfJd7dDS
— INTELWAVEð (@inteldotwav) February 8, 2020
Menurut situs Fullfact, gambar tersebut bukan merupakan gambar satelit, serta tidak menunjukan tingkat sulfur. Gambar menunjukan perkiraan berdasarkan data historis dan pola cuaca.
Windy.com memang menampilkan perkiraan cuaca dan prediksi untuk berbagai tingkat polutan, seperti partikel, nitrogen dioksida, dan sulfur dioksida. Pihak Windy.com mengungkapkan perkiraan kenaikan emisi sulfur dioksida tersebut berdasarkan data dari sistem pemodelan atmosfer GEOS-5 NASA.