Keputusan untuk hengkang dari tiga negara dalam waktu bersamaan menandakan percepatan GM, untuk mengakhiri operasi di kawasan yang kurang menguntungkan. Sejauh ini pemasukan terbesar produsen yang bermarkas di Detroit, Amerika Serikat itu bergantung pada penjualan di Amerika Serikat, China, Amerika Latin, dan Korea Selatan.
Strategi untuk menarik diri secara bertahap dari sejumlah negara disebut GM berkaitan erat dengan pertumbuhan industri mobilitas di masa depan. "Akan ada prioritas investasi secara global pada pasar yang menguntungkan, disamping dorongan pertumbuhan mobil listrik dan berteknologi otonom," kata CEO GM, Mary Barra.
Oktober lalu, produsen yang sama membuat keputusan mengejutkan dengan menyetop penjualan merek Chevrolet untuk pasar Indonesia mulai Maret 2020 mendatang. Namun, produsen tersebut melalui General Motors Indonesia mengaku masih mempertahankan unit layanan purnajual sampai waktu yang belum ditentukan.
(Amril Amarullah (Okezone))