“Kami berharap rekam jejak Heirich Boie selama melakukan kegiatan penelitian hewan reptilia, khususnya ular, dapat ditindaklanjuti melalui ekspedisi atau kegiatan penelitian bersama antara peneliti reptil dari Indonesia dan peneliti reptil dari Jerman,” ujarnya.
Kebun Raya Bogor yang dikelola oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah lama menjadi destinasi wisata edukasi yang menjadi ikon Kota Bogor. Kendati demikian, tidak banyak yang tahu ternyata di dalam kompleks seluas 87 ha ini terdapat makam seorang ahli ular berkebangsaan Jerman, Heinrich Boie. Makam tersebut berada di Komplek Pemakaman Belanda, Kebun Raya Bogor.
Selama ini, keberadaan makam ahli yang dijuluki Bapak Ular Indonesia tersebut ditandai batu nisan tua dengan lambang ular di atasnya. Sebagai bentuk penghormatan, Kebun Raya Bogor bekerja sama dengan Kedutaan Besar Jerman melakukan pengecatan dan pemasangan nisan Heinrich Boie di Komplek Pemakaman Belanda, Kebun Raya Bogor.
(Gabriel Abdi Susanto)