BEKASI - Karakter berkendara agresif masih ditemui pada pengendara kendaraan roda empat saat melaju di ruas jalan tol. Pendekatan seperti ini berpengaruh pada minimnya kewaspadaan jarak kendaraan yang dikemudikan dengan pengguna ruas jalan lain di jalur tol tersebut.
Gaya berkendara yang agresif ini membuat mobil yang melaju berada dalam jarak cukup dekat, dengan kecepatan cenderung kencang di atas rata-rata. Para pengendara seakan tidak menyadari bahwa diperlukan jarak ideal untuk melakukan pengereman mendadak dalam situasi darurat di jalan tol tersebut.
Dalam menentukan jarak aman dengan kendaraan lain, termasuk memberi ruang pengereman mendadak dalam situasi darurat, pengemudi bisa mengambil patokan mudah. "Bisa gunakan objek yang dilewati kendaraan di depan seperti pohon misalnya, sebagai patokan," ujar Instruktur Senior Indonesia Defensive Driving Center (IDDC), Deki Hartanto.
Patokan tersebut dapat digunakan untuk kemudian menentukan jarak dengan prinsip tiga detik, sehingga mendapat jarak pengereman secara ideal. "Saat menuju objek yang sama, sebagai kendaraan di belakangnya, kita bisa menghitung selama tiga detik. Kalau sudah mencapai hitungannya maka jarak sudah terpenuhi," ujar Deki.