JAKARTA - Faktor kelebihan dimensi serta daya angkut (ODOL) menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan yang melibatkan kendaraan komersial di Indonesia. Terkini, imbas permasalahan ODOL memicu insiden kecelakaan pada September lalu di jalur Tol Cipularang KM 91 sehingga menyebabkan delapan korban meninggal dunia.
Sejumlah langkah pencegahan maupun penindakan sudah diterapkan oleh berbagai pihak, termasuk produsen kendaraan komersial seperti Isuzu Indonesia. Hal itu terungkap ketika Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Ernando Demily, menghadiri diskusi pintar Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT) di Jakarta.
Mengambil tajuk Road to Zero-ODOL Trucks On The Roads, Ernando mengungkap langkah Isuzu Indonesia mendukung ekosistem kendaraan komersial untuk bebas dari ODOL. Meski, pengendalian dampak ODOL sendiri memerlukan sinergi dari berbagai pihak, sehingga kerugian yang ditimbulkan dapat berkurang di masa depan.
Sebagai produsen kendaraan komersial, Isuzu setidaknya memiliki beberapa kebijakan dalam mengurangi ODOL. Berawal dengan menyediakan produk dengan rancangan sesuai peraturan pemerintah, termasuk untuk memperoleh Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT). Partisipasi tersebut diperluas kepada 41 karoseri partner Isuzu dengan menyertakan pengurusan Surat Keterangan Rancang Bangun (SKRB) dalam perakitan kendaraan komersial.