Pemakaian tas punggung tersebut dimaksudkan sebagai penanggung utama beban sistem pendingin seberat 1,8 kg tersebut. Sisanya, bagian yang terpasang dalam helm, adalah saluran pengalir udara serta ruang ventilasi dengan bobot hanya 125 gram.
Perancang teknologi ini mengklaim sistem buatannya mampu mengatur penurunan suhu udara hingga 10-12 derajat celcius. Pemotor dapat menurunkan atau meningkatkan suhu dalam helm melalui perangkat kontrol, walau pengguna tidak bisa menetapkan temperatur tetap dari alat tersebut.
Sistem pendingin ini memang kalah efisien dengan produk sejenis di sejumlah pasar komponen aftermarket benua Eropa maupun Amerika. Namun, bukan tidak mungkin nantinya teknologi ini akan tersedia dalam bentuk lebih canggih serta lebih murah di masa mendatang.
(Mufrod)