Di pasar otomotif Jepang, Nissan Leaf yang sudah beberapa tahun dipasarkan, sempat menjadi penyelamat ditengah putusnya jaringan pasokan listrik yang terganggu akibat gempa bumi cukup besar yang melanda negara tersebut.
"Di Jepang, teknologi Nissan Leaf pernah digunakan oleh masyarakat setempat sebagai sumber energi yang dibutuhkan disaat aliran listrik terganggu," ungkap Head of Communication NMI Hana Maharani.
Sebagai kendaraan ramah lingkungan, Nissan Leaf dibekali dengan motor listrik yang mampu meletupkan tenaga mencapai 110 kW atau setara dengan 150 Ps, sedangkan torsinya mencapai 320 Nm. Kapasitas baterai sebagai sumber tenaga utamanya terbilang cukup besar yakni mencapai 40 KwH, yang mampu memberikan jarak jelajah hingga 400 km.
Baterai Nissan Leaf sendiri pada kondisi kosong dapat diisi dengan rentang waktu sekira 16 jam, sedangkan pada fasilitas fast charging hanya sekira 40 menit dengan posisi tenaga terisi 40 persen.
Nissan LEAF, kendaraan listrik paling populer di dunia, dengan angka penjualan global 360 ribu unit.
(Mufrod)