JAKARTA - Transaksi jual beli data pribadi secara ilegal di media sosial ditemukan oleh salah satu netizen. Posting-an akun Twitter @hendralm sempat ramai dan di-retweet hingga puluhan ribu kali.
Dalam posting-annya di media sosial, ia menyebutkan bahwa ada yang memperjualbelikan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK).
"Ternyata ada ya yang memperjual belikan data NIK + KK. Dan parahnya lagi ada yang punya sampe jutaan data. Gila gila gila," tulis akun Twitter @hendralm.
Ia juga memperlihatkan tangkapan layar atau screenshot yang menunjukkan percakapan tanya jawab yang terjadi di media sosial Facebook. Dalam percakapan di kolom komentar tersebut, tampak terjadi penawaran dari koleksi data pribadi.
"Dan bahkan ada yang punya 1000 data KTP + Selfie. Kok bisa ya?," tulisnya. Ia juga mengungkap bahwa ada yang memiliki data NIK KTP + KK sekecamatan dan mempergunakan data orang untuk daftar layanan Pay Later.