JAKARTA - Facebook berupaya untuk menghentikan penyebaran video penembakan yang terjadi di masjid Selandia Baru. Raksasa jejaring sosial itu tampaknya 'kebobolan' karena tidak langsung menghentikan video pada saat terjadi aksi penembakan.
Dalam posting-an terbaru, Facebook VP of Integrity Guy Rosen membahas keberhasilan dan kekurangan perusahaan dalam mengatasi situasi tersebut serta rencananya untuk mencegah video seperti itu menyebar di jejaring sosial masa depan, seperti dilansir Engadget.
Dia menjelaskan bahwa sementara AI platform dapat dengan cepat mendeteksi video yang berisi tindakan bunuh diri atau berbahaya, tetapi siaran penembakan tampaknya tidak terdeteksi.
Kabarnya, untuk dapat melatih AI yang cocok untuk mendeteksi jenis konten tertentu, platform membutuhkan volume data pelatihan yang besar.