Bintang Hitam Ternyata Punya Suhu Terpanas di Alam Semesta

Ahmad Luthfi, Jurnalis
Jum'at 13 April 2018 06:30 WIB
(Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - Beberapa galaksi berwarna hitam telah berhasil dicitrakan menggunakan sinar inframerah. Penemuan galaksi berwarna hitam berarti bahwa bintang-bintang di dalamnya juga berwarna hitam.

Sebab, bintang-bintang adalah unit-unit pembentuk galaksi. Para ilmuwan belum pernah mengenal adanya api berwarna hitam, kecuali baru-baru ini pada akhir abad ke-20.

Penelitian-penelitian astronomis modern telah menegaskan bahwa api hitam adalah api yang paling panas. Penelitian ini bisa menjelaskan mengenai penemuan bintang-bintang berwarna hitam yang memiliki ciri khusus sangat panas, sehingga menjadi hitam dan tak bisa dilihat.

Para ilmuwan mengamati bahwa bintang yang berwarna merah adalah bintang yang paling rendah panasnya bila dibandingkan dengan bintang-bintang yang lain.

Jika panasnya meningkat, ia akan berubah warna menjadi putih. Jika panasnya semakin tinggi, warnanya akan berubah menjadi hitam legam.

Salah seorang pakar astronomi terkemuka pernah ditanya mengenai tipe-tipe matahari. Ia mengatakan bahwa matahari ada tiga tipe. Pertama, matahari berwarna merah.

Matahari seperti ini masih pada separuh usianya dan telah bersinar selama 50 miliar tahun.

Kedua, matahari yang telah melalui tahapan pertama sebagai matahari merah. Pada tahap kedua ini, ukurannya menjadi lebih besar.

Tidak lama kemudian, tiba-tiba ia menyusut hingga mencapai ukuran 1 persen dari ukurannya yang asli. Ketika itu, warnanya berubah menjadi putih dan memancarkan cahaya berwarna putih.

Namun, cahaya putih ini jauh lebih panas daripada cahaya yang berwarna merah yang dipancarkan matahari tahap pertama.

Ketiga, matahari yang telah melalui tahapan pertama dan kedua. Pada tahapan ketiga ini, ukuran matahari mengerut menjadi sangat kecil, sehingga tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Baca juga: Ternyata! Alam Semesta Semakin Meluas Dijelaskan Alquran dan Sains

Artinya, kepadatan materi matahari ini sangat tinggi dan gravitasinya menjadi sangat kuat sehingga cahaya tidak bisa memancar dan keluar darinya.

Matahari tipe ini sangat panas, lebih panas daripada matahari merah dan putih, dan berwarna hitam. Matahari ini dinamakan juga lubang hitam karena memiliki gaya gravitasi yang sangat menakutkan (bagi benda-benda angkasa lainnya).

Baca juga: Mengapa Planet-Planet Tak Bertabrakan di Sistem Tata Surya

Apabila matahari tipe ini menarik Bumi, tentu Bumi akan menjadi sangat kecil tetapi berat Bumi masih tetap seperti sediakala.

Penjelasan sains tersebut sesuai dengan yang disebutkan dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, "Neraka dinyalakan selama 1000 tahun hingga memerah, kemudian dinyalakan lagi selama 1000 tahun sampai memutih. Kemudian dinyalakan lagi selama 1000 tahun sampai menghitam. Sehingga neraka itu hitam dan gelap". (HR. Turmudzi 2794 dan didhaifkan al-Albani).

Dikutip dari Konsultasisyariah, dijelaskan bahwa Al-Hafidz Ibnu Rajab menjelaskan status hadis ini, yang benar adalah mauquf sampai Abu Hurairah (bukan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).

(Ahmad Luthfi)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya