Baca juga: Unik! Puluhan Katak Pemakan Lalat Rupanya Hidup di Punggung Kerbau
Racun dari katak berkepala Bruno diperkirakan 25 kali lebih manjur dibandingkan ular Ferdelance dari Amerika Tengah dan Selatan. Sedangkan racun katak Greening dari Brazil, dua kali lebih kuat dari ular penggangu.
Akan tetapi, duri kepala spesies ini lebih berkembang dan kelenjar kulitnya lebih besar sehingga memungkinkan banyaknya racun yang disekresikan dan disuntikkan. Kebanyakan dari katak beracun menggunakan racun tersbut untuk pertahanan diri melawan predator.
Para penulis di 2015 menyampaikan, mungkin ada beberapa amfibi beracun yang jika dipelajari lebih jauh sebenarnya memiliki bisa. Selain itu, disarankan agar mempelajari katak-katak dengan duri di daerah kepala untuk mengidentifikasi apakah mereka juga berbisa atau tidak.
P. Ranwellai termasuk genus katak yang diketahui memiliki tetrodotoxin mematikan di sekresi kulitnya walaupun belum diuji. Jadi, meski jarang kemungkinan ada lebih banyak spesies amfibi berbisa yang harus diidentifikasi secara formal.
(Ahmad Luthfi)