Racun Katak Ini Lebih Kuat 25 Kali Ketimbang Ular

Azizah Fitria Nur Chandani, Jurnalis
Senin 12 Februari 2018 09:01 WIB
(Foto: ReliaWire)
Share :

JAKARTA - Peneliti telah menemukan spesies katak yang diketahui memiliki racun. Dua spesies katak yang diketahui beracun ialah katak Bruno (Aparaspenodon Brunoi) dan katak Greening (Corythomantis Greening).

Dilansir dari Natural History Museum, kedua katak tersebut ditemukan di Brasil dan kulitnya menghasilkan sekresi yang beracun. Spesies ini memiliki tonjolan tulang yang berduri, sehingga membuat racunnya berbisa.

Pada 2015, sebuah tim ilmuwan melaporkan bahwa katak Greening dan katak berkepala Bruno memiliki keuntungan defensif yang signifikan ketika harus mentransfer sekresi kulit dan toksik. Tidak seperti katak panah beracun, kedua spesies ini memiliki duri bertulang di kepala.

Saat menghadapi tekanan, duri akan menembus kulit dan katak dianggap berbisa karena sekresi kulit beracun melapisi duri ini dan akan menyuntikkan racun melalui luka di kulit predator, termasuk manusia.

Baca juga: Menyeramkan! Arkeolog Temukan Guci Berisi Tulang Katak Tanpa Kepala

Salah satu ilmuwan yang terlibat dalam studi katak tersuntik saat sedang mengumpulkan hewan. Akibatnya, ia merasakan sakit yang menyebar ke lengan selama lima jam. Untungnya, ia menangani katak yang tidak terlalu beracun.

Dari hal tersebut membuat para ilmuwan percaya bahwa racun tersebut akan lebih bekerja jika terkena mulut. Ternyata kedua spesies kodok tersebut memiliki kemampuan memutar kepala yang tidak bisa dilakukan spesies lain, sehingga memiliki banyak kesempatan untuk menyuntikkan racun ke sekitarnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya