JAKARTA - Tepat 31 Januari 2018, fenomena Super Blue Blood Moon atau Gerhana Bulan Total muncul di beberapa negara, termasuk Indonesia. Tidak hanya berdampak pada pasang-surut air laut, fenomena Gerhana Bulan Total juga mempengaruhi siklus tidur manusia.
Dilansir dari Independent, Kamis (1/2/2018), studi Cajochen pada 2013 mengungkapkan bahwa gerhana bulan dapat berdampak pada siklus tidur seseorang. Menurut penelitian ini, gangguan tidur mulai memuncak pada saat bulan purnama yang disebabkan kadar melatonin menurun dan membuat seseorang merasa kurang segar keesokan harinya.
Studi tersebut juga menjelaskan bahwa waktu tidur secara keseluruhan menurun sekira 20 menitan di malam hari selama bulan purnama. Namun, sebagian besar penelitian masih belum menemukan beberapa hubungan antara siklus tidur dan bulan.
Seperti diketahui, Super Blue Blood Moon merupakan fenomena, di mana matahari bulan dan Bumi berada dalam satu garis lurus.
Diketahui bahwa Super Blue Blood Moon merupakan fenomena langka yang terjadi. Sekira 150 tahun yang lalu pernah terlihat di Amerika Serikat, sementara di Indonesia terlihat pada 36 tahun silam.
Baca juga: Apakah Astronot Melihat Fenomena Gerhana Bulan?