Ia kemudian bekerjasama dengan Pérez-de la Fuente dan rekan lainnya untuk mengamati lebih lanjut sampel tersebut. Para peneliti menyatakan, spesimen itu adalah spesies kutu yang belum tergolong, mereka lalu menamainya Deinocroton draculi, atau ‘kutu Drakula mengerikan’.
Rambut yang menempel pada kedua D.draculi itu diduga milik larva kumbang. Larva kumbang tinggal di sarang burung dan mamalia, mereka menggunakan rambutnya yang lengket untuk membela diri dari predator.
“Kemungkinan yang bisa terjadi lainnya adalah kedua kutu itu terjerat oleh rambut-rambut tersebut saat mengunjungi sarang dari dinosaurus berbulu,” tutur Pérez-de la Fuente, dikutip dari Science Mag.
(Ahmad Luthfi)