TOKYO - Toyota dan Mazda sepakat menjalin kerjasama untuk mengembangkan mobil listrik. Penandatanganan kerjasama sudah dilakukan bulan lalu. Menurut laporan Kyodo News Suzuki sedang mempertimbangkan untuk ikut bergabung.
Suzuki saat ini mempunyai mobil berukuran kecil dan memiliki potensi pasar yang besar di India. Namun menurut laporan tersebut, Suzuki tertinggal dalam hal pengembangan mobil generasi terbaru yang rendah emisi dan tidak mampu memenuhi standar emisi di seluruh dunia. Bila pabrikan mobil asal Jepang itu bergabung dengan Toyota dan Mazda maka kemungkinan besar dapat mempercepat pengembangan mobil ramah lingkungan yang rendah emisi.
(Baca juga: Bangun Mobil Listrik, Renault-Nissan Gandeng Perusahaan Asal China)
Sementara itu, menjalin kerjasama dengan produsen mobil lain untuk mengembangkan mobil listrik sedang menjadi tren. Bulan lalu Toyota, Mazda, dan Denso Corporation menandatangani kesepakatan untuk bersama-sama mengembangkan teknologi dasar mobil listrik. Mereka sepakat membentuk sebuah perusahaan baru dengan nama EV CA Spirit. Nantinya perusahaan tersebut fokus melakukan pengembangan proyek mobil listrik.
Sebagai tahap awal, perusahaan bakal memperkerjakan 40 karyawan yang mencakup engineer dari Toyota, Mazda, dan Denso. Bicara pembiayaan, Toyota sanggup berinvestasi besar sekira 90 persen saham, sedangkan Mazda dan Denso memberikan kontribusi sebesar 5 persen saham.
Perusahaan EV CA Spirit akan berpusat di Nagoya. Nantinya di sana menjadi pusat penelitian dan pengembangan teknologi dasar untuk mobil listirk yang mampu mencakup beragam segmen serta tipe kendaraan mulai yang berukuran kecil sampai light duty truck.
(Baca juga: Keren! Tiga Perusahaan Automotif Ini Bersatu Kembangkan Mobil Listrik)
Sebagaimana dilansir Paultan, masing-masing perusahaan memiliki peran yang berbeda. Mazda bertugas sebagai product planning dan pengembangan model. Denso akan menyuplai komponen elektrik, sedangkan Toyota meminjamkan platform new global architecture (TNGA). (san)
(Dian AF)