Akan tetapi, kalkulasi baru yang dilakukan oleh Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA menunjukkan bahwa kemungkinan Apophis berdampak pada Bumi lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.
“Apophis tentu saja merupakan asteroid berbahaya, karena itu asteroid ini dilacak secara ekstensif, sehingga kita mengetahui orbitnya secara akurat yang mengurangi tabrakan terhadap Bumi,” ungkap Paul Chodas, manajer dari JPL's Center for Near Earth Object Studies.
Para astronom memperkirakan bahwa pada 13 April 2029, Apophis akan melewati Bumi pada jarak 18.300 mil.
Saat ini terdapat 1.803 asteroid berpotensi bahaya (PHAs) yang terdeteksi sampai saat ini. PHAs adalah batuan luar angkasa lebih besar sekira 100 meter yang bisa mendekati Bumi dari jarak 4,65 juta mil.
Namun, ilmuwan mengatakan tidak ada satupun dari PHAs yang diketahui berada pada jalur yang bertabrakan dengan Bumi.
(Ahmad Luthfi)