JAKARTA - Alquran menyatakan bahwa Allah menciptakan segala yang hidup dari air. Air memiliki peranan amat penting bagi kehidupan di muka Bumi, tetapi tidak ada keterangan bagaimana dan kapan kehidupan itu bermula di muka Bumi.
Dalam buku Tafsir Ilmi 'Samudra dalam perspektif Alquran dan Sains' yang disusun oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjelaskan, fosil-fosil makhluk hidup tertua di permukaan Bumi umumnya ditemukan dalam bentuk mikroorganisme bersel tunggal pada batuan.
Batuan tersebut terbentuk pada zaman Archaean (2,7-3,6 miliar tahun yang lalu). Sebelum itu, yaitu pada zaman Hadean (4,6-3,6 miliar tahun yang lalu), suhu yang sangat tinggi menyebabkan seluruh permukaan Bumi ditutupi oleh lelehan batuan, sehingga tidak memungkinkan adanya kehidupan.
Baca juga: Alam Semesta dalam Penjelasan Alquran dan Sains
Setelah suhu mendingin dan batuan membeku, tepatnya pada zaman Archaean, barulah sejarah kehidupan Bumi dimulai. Fosil-fosil ini berupa fosil mikroorganisme bersel tunggal yang kemudian dikenal sebagai ganggang biru-hijau.