HARI MERDEKA: Menginspirasi! Kisah Ilmuwan Indonesia Temukan 23 Kromosom Manusia yang Mengubah Pandangan Dunia

Lely Maulida, Jurnalis
Kamis 17 Agustus 2017 08:47 WIB
Ilustrasi kromosom (Foto: YouTube)
Share :

Teknik yang dikembangkan Tjio untuk mengamati kromosom pada manusia menjadi salah satu temuan terbesar dalam bidang sitogenetika. Tjio membantu pengembangan sitogenetika menjadi salah satu bidang penting dalam bidang medis pada 1959 seiring dengan penemuan kromosom tambahan pada penderita sindrom down. Dia menunjukkan bahwa ada kaitan antara kromosom abnormal dengan penyakit tertentu.

Baca juga: HARI MERDEKA: Mengenal Khoirul Anwar, Anak Petani yang Jadi Penemu 4G

Setelah penemuannya terkait jumlah kromosom manusia, Tjio kerap mendapat undangan untuk mengajar maupun seminar bahkan di tingkat internasional. National Institutes for Health, Tjio mengembangkan penelitiannya mengenai kromosom dan mempelajari lebih dalam kaitannya dengan leukimia dan keterbelakangan mental.

Berkat temuannya dalam bidang keterbelakangan mental, Tjio mendapat penghargaan International Prize Award winner dari yayasan Joseph P Kennedy, yang secara langsung diberikan oleh presiden AS masa itu - John F Kennedy, pada Desember 1962.

Meski berhasil mengembangkan pengetahuannya, Tjio memutuskan pensiun dengan status sebagai ilmuwan emeritus.

Pada 1997, di usianya yang ke-78 Tjio berpindah dari tempat tinggalnya di dekat NIH ke Asbury Methodist Village - suatu kompleks pensiunan di daerah Gaithersburg, Maryland. Tahun 2001, ilmuwan penemu kromosom manusia yang berjumlah 23 pasang ini meninggal dunia dalam usia 92 tahun. (ahl)

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya