Matahari sebagai sumber energi panas memiliki peran yang penting dalam siklus tersebut. Dalam siklus air terdapat beberapa aktivitas seperti evaporasi, yang merupakan proses penguapan yang berasal dari laut. Penguapan ini terjadi dengan hanya menyerap kandungan pelarut (air/H2O). Hal tersebut menyebabkan zat yang terlarut memiliki konsentrasi yang tinggi. Selain itu, penguapan yang terjadi juga berasal dari permukaan bentangan air.
Kadar garam yang terdapat pada air laut sendiri menambah proses terjadinya evaporasi yang semakin tinggi. Sehingga, uap air laut menuju ke atas. Uap yang berkumpul di atas dari air laut tersebut akhirny amenjadi titip awan di langit. Semakin banyaknya awan yang ada, mereka akan terus menggumpal dan mengalami titik jenuh sehingga mengalami kondensasi. Akhirnya, air tersebut berubah dan diturunkan dalam bentu air hujan.
Baca juga: DO YOU KNOW: Kenapa Bulan Selalu Mengikuti Bumi, Nih Penjelasannya?
Air hujan itu kemudian membasahi permukaan bumi. Air hujan yang jatuh nantinya akan dimanfaatkan oleh manusia dalam berbagai aktivitas. Selain itu, air hujan yang turun juga akan terserap ke dalam permukaan tanah. Hal ini yang selalu terjadi pada kondisi air yang ada di Bumi, sehingga jumlah air tidak pernah habis. (afr)
(Kemas Irawan Nurrachman)