WASHINGTON - Sampai saat ini, para astronom belum melihat keluarga asteroid (asteroid dengan sumber yang sama) di Tata Surya yang lebih dari sekira 3 miliar tahun. Namun mereka harus memikirkan kembali harapan tersebut.
Dilansir dari Engadget.com, Senin (7/8/2017), para peneliti yang mempelajari data asteroid (termasuk radiasi infra merah di teleskop ruang angkasa WISE) telah menemukan keluarga asteroid berusia di atas 4 miliar tahun, dan kemungkinan setua Tata Surya itu sendiri. Caranya adalah dengan mengesampingkan keluarga asteroid yang ada dan mencari tanda-tanda dari sekelompok batu yang sangat tua.
Para ilmuwan menggunakan proses eliminasi untuk memusatkan perhatian mereka pada segelintir asteroid yang tidak dapat dikaitkan dengan keluarganya, namun memiliki albedos serupa (seperti faktor refleksi). Tidak sulit untuk mengatakan bahwa mereka adalah asteroid 'gelap' yang komposisi material primitif dan ukurannya yang besar mengidentifikasikan bahwa mereka lahir di hari-hari awal Tata Surya.
Temuan tersebut sekaligus memvalidasi dan menantang gagasan tentang seperti apa tata surya awalnya terbentuk. Mereka mendukung gagasan tentang sabuk asteroid yang jauh lebih besar dari beberapa planet besar yang ada.
Namun, mereka juga mengajukan pertanyaan apa yang bisa manusia pelajari tentang permulaan kosmik. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mendapatkan jawaban yang lebih baik, dan penemuan ini merupakan awal yang menarik.
Asteroid merupakan benda berukuran lebih kecil daripada planet, tetapi lebih besar dari ukuran meteorit. Saat ini terdapat 7 jenis asteroid yang diketahui dan tercatat, seperti Ceres, Baptistina, Kleopatra, Hektor, dan lainnya.
(Kemas Irawan Nurrachman)