OKEZONE INNOVATION: Televisi Pertama Terinspirasi dari Transisi Faksimili

Moch Prima Fauzi, Jurnalis
Rabu 02 Agustus 2017 15:00 WIB
(Foto: Istimewa)
Share :

JAKARTA - Televisi merupakan salah satu perangkat elektronik rumah tangga yang banyak dimiliki saat ini. Kehadiran tak hanya sebagai penyaji hiburan semata, namun juga memberikan informasi terkini melalui siaran berita.

Namun tahukah Anda, penciptaan televisi sendiri ternyata cukup rumit. Sebelum hadirnya tampilan layar berwarna seperti sekarang ini, beberapa ilmuwan telah susah payah untuk dapat menciptakan gambar gerak.

Berdasarkan catatan berbagai sumber, ide awal penciptaan televisi berasal dari transisi faksimili yang dimulai sekira awal abad ke-19. Metode itu menginspirasi ilmuwan untuk membuat pemindaian grafis secara mekanis.

Baca juga: Mengingat Kembali, 'Nenek Moyang' Kereta Api yang Kini Jadi Transportasi Antik

Pada 1884, seorang mahasiswa di Universitas Jerman bernama Paul Julius Gottlieb Nipkow mengajukan hak cipta Nipkow disk. Paten itu menjelaskan piringan putar dengan beberapa lubang berbentuk spiral. Setiap lubangnya, dijelaskan dapat memindai gambar.

Paten Nipkow itu kemudian menjadi dasar mekanisme pemindaian gambar. Pertama kali didemonstrasikan oleh George Rignoux dan A. Fournier di Paris pada 1909, mereka mencontohkan transmisi gambar secara instan melalui mekanisme tersebut.

Kemudian pada 1920, ilmuwan asal Skotlandia bernama John Logie Baird menggunakan Nipkow disk dalam prototipe sistem videonya. Ia menciptakan prototipe tersebut di sebuah desa kecil bernama Santa Cruz, di Pulau Trinidad.

Setelah mengalami masa percobaan, Baird akhirnya mendemonstrasikan kepada publik gambar siluet pertama yang dapat bergerak pada Maret 1925. Pada Januari 1926, Baird bahkan mampu menunjukkan transmisi gambar gerak melalui sinyal radio.

Keberhasilan John Logie Baird tersebut kemudian dianggap sebagai demonstrasi televisi pertama dalam sejarah penciptaannya. Baird bahkan tercatat terus mengembangkan sistem tersebut hingga beberapa kali melakukan percobaan seperti menggunakan saluran telepon antara London dan Glasgow pada 1927.

Baca juga: Luar Biasa! Alessandro Volta Ubah Tumpukan Tembaga Jadi Baterai

Tak hanya Baird, ilmuwan asal Amerika Serikat Charles Francis Jenkins juga tercatat sebagai inovator televisi. Ia bahkan mendapatkan hak paten pada 1925 dan di tahun yang sama, ilmuwan Jepang Kenjiro Takayanagi, mendemonstrasikan sistem televisi dengan resolusi 40 baris.

Barulah pada 1927, Baird terus melakukan pengembangan perangkat buatannya. Philo Taylor Farnsworth berhasil membuat sistem televisi yang bekerja secara elektronik.

Meski masih menggunakan mekanisme putaran disk, namun inovasi Farnsworth membuka jalan kecanggihan televisi saat itu mulai dari tampilan hitam putih hingga berwarna seperti saat ini.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya