JAKARTA - Drone atau pesawat tanpa awak penumpang secara umum disebut sebagai unmanned aerial vehicle (UAV) yang bisa terbang secara otomatis dengan sistem pengendali di dalamnya. Pesawat tersebut bisa dikendalikan untuk mengenai jarak tempuh serta ketinggiannya.
Wikipedia mencatat bahwa penggunaan drone sebenarnya telah lama diterapkan mulai pada perang dunia pertama. Austria menjadi negara pertama yang diketahui menggunakan drone saat menyerang Italia pada 22 Agustus 1849. Saat itu, drone masih berbentuk balon udara dengan perlengkapan bahan peledak di dalamnya.
Sementara drone yang benar-benar sebagai pesawat tanpa awak pertama dirancang menjelang berakhirnya perang dunia pertama. Saat itu, pesawat bernama Hewitt-Sperry Automatic Airplane menjadi model pertama yang sukses terbang di angkasa. Kontrol pesawat ini masih menggunakan gyroscope.
Setelah itu, muncullah pesawat kontrol yang kini dikenal sebagai mainan RC. Reginald Denny memproduksi pesawat jenis ini secara massal dan menyuplai ketersediaannya kepada Royal Flying Corps selama perang dunia pertama. Setelah itu, perusahaan tersebut berubah menjadi pembuat Radioplane yang kemudian menjadi drone penarget.
Sedangkan menurut Fortune, dunia kemiliteran telah mengenal pesawat drone canggih mulai pada 1995. Pesawat General Atomics M-Q-1 Predator mulai menjalani debutnya. Hingga kini, peswat tersebut masih digunakan untuk kegiatan pemantauan maupun mata-mata.