Peneliti Ungkap Penyebab Kepunahan Harimau Tasmania

Ahmad Luthfi, Jurnalis
Senin 09 September 2013 16:31 WIB
(Foto: Paleogenetics)
Share :

CANBERRA - Harimau tasmania, hewan mamalia karnivora yang berasal dari Australia dan pulau Papua dinyatakan punah pada abad ke-20. Penelitian terbaru mengungkap, populasi penduduk aborigin dan pergeseran iklim lebih memungkinkan menjadi pemicu punahnya harimau tasmania (thylacine).

Dilansir Sciencealert, Senin (9/9/2013), dugaan sebelumnya mengungkap dingo (anjing liar) sebagai penyebab kepunahan harimau tasmania dan setan tasmania (Tasmanian devil). Studi ini dilakukan oleh peneliti dari University of Adelaide, Australia Selatan.

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan jurnal Ecology, peneliti mengatakan bahwa kepercayaan populer bahwa dingo Australia harus disalahkan untuk kematian harimau tasmania di daratan sekira 3 ribu tahun lalu. Studi mengungkap, populasi penduduk Aborigin dan pergeseran iklim mempengaruhi kelangsungan hidup hewan tersebut.

"Mungkin karena persepsi publik bahwa dingo sebagai 'pembunuh domba' begitu tertanam kuat, maka sudah lazin diasumsikan bahwa dingo membunuh para harimau tasmania dan setan tasmania di daratan Australia," ungkap peneliti Thomas Prowse.

Peneliti membangun serangkaian model matematika kompleks untuk menciptakan interaksi dinamis antara pendorong utama potensi kepunahan (dingo, iklim dan manusia aborigin). Selain itu, peneliti juga melibatkan respon jangka panjang dari mangsa herbivora serta kelangsungan hidup populasi harimau tasmania dan setan tasmania.

Wikipedia menerangkan, harimau tasmania merupakan spesies terakhir dari genusnya, Thylacinus. Sebagaian besar spesiesnya ditemukan dalam bentuk fosil yang berasal dari awal zaman Miosen.

Hewan marsupial (mamalia betina yang memiliki kantong perut) ini pertama muncul sekira 4 juta tahun lalu. Harimau Tasmania dewasa memiliki panjang 100-180 centimeter, termasuk ekor dengan panjang 50-65 centimeter. Harimau Tasmania dewasa memiliki tinggi sekira 60 centimeter dan memiliki massa 20-30 kilogram.

(Ahmad Luthfi)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya