Landak Laut, Hewan Penghisap Gas CO2 di Laut

Ahmad Luthfi, Jurnalis
Selasa 05 Februari 2013 11:33 WIB
Landak Laut (Foto: Montereybayaquarium)
Share :

LONDON - Ilmuwan dari Newcastle University menemukan bahwa landak laut menggunakan logam nikel untuk mengubah karbondioksida menjadi tempurung. Kemampuan alami dari biota laut ini diuji coba oleh peneliti sebagai model penangkap karbon yang efektif.

Dilansir BBC, Selasa (5/2/2013), ilmuwan mengatakan, teknik alami yang dimiliki landak laut bisa digunakan untuk mengubah emisi dari pembangkit listrik ke dalam kalsium karbonat yang tidak berbahaya. Penelitian ini dilaporkan dalam jurnal Catalysis Science and Technology.

Ilmuwan mengungkapkan, beberapa hewan laut bisa mengonversi karbondioksida dalam air ke dalam kalsium karbonat, yang pada dasarnya ialah kapur. Spesies seperti kerang, tiram, dan karang menggunakannya untuk membuat cangkang atau tempurung serta bagian tulang lainnya.

Ilmuwan menemukan bahwa larva landak laut memiliki konsentrasi nikel tingkat tinggi di bagian kerangka eksternal mereka. Bekerja dengan partikel nikel kecil, para peneliti menemukan bahwa ketika landak laut menambahkan larutan karbondioksida dalam air, nikel ini secara penuh akan mengeluarkan CO2.

"Ini adalah sistem sederhana," ujar Lidija Siller dari Newcastle University. Ia menjelaskan, bila Anda mengelembungkan gas CO2 di air serta terdapat nanopartikel nikel. Maka, Anda bisa menangkap lebih banyak karbon dan mengubahnya menjadi kalsium karbonat.

Wikipedia menerangkan, landak laut juga disebut bulu babi (Echinoidea). Hewan ini berbentuk bundar dan memiliki duri pada kulitnya yang dapat digerakkan.

Hewan ini kabarnya terbagi menjadi sekira 950 spesies. Landak laut dapat ditemukan mulai dari perairan pasang surut sampai di kedalaman 5.000 meter.

(Fetra Hariandja)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya