“Hal utama yang perlu kita lakukan adalah memastikan ukuran fisik 2026 ED138,” ujar penemunya, Matt Holman, seorang astrofisikawan di Center for Astrophysics, Harvard and Smithsonian, kepada Reuters. Ia menjelaskan bahwa ukuran ED138 saat ini diperkirakan berdasarkan pantulan sinar matahari. Padahal, menurut Holman, objek kecil yang berkilau bisa tampak sama terangnya dengan objek besar yang gelap.
Untuk menentukan ukuran sebenarnya dari objek tersebut, para peneliti dapat menggunakan teleskop ALMA di Chili, yang mampu mendeteksi radiasi yang dipancarkan oleh ED138 itu sendiri, sehingga membantu mendapatkan pengukuran yang lebih akurat.
Planet kerdil terakhir yang diakui secara resmi oleh Persatuan Astronomi Internasional (International Astronomical Union) adalah Haumea pada tahun 2008. Sejak saat itu, muncul kandidat-kandidat lain, termasuk 2017 OF201—yang penemuannya diumumkan pada Mei 2025—namun belum ada satu pun yang secara resmi ditambahkan ke dalam daftar tersebut.
(Rahman Asmardika)