Advertisement
Advertisement

Astronom Temukan Objek Es Raksasa di Luar Pluto, Diduga Planet Kerdil Baru

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 05 November 2026 |14:44 WIB
Astronom Temukan Objek Es Raksasa di Luar Pluto, Diduga Planet Kerdil Baru
Pluto merupakan salah satu planet kerdil yang diakui Persatuan Astronomi Internasional. (Foto: NASA)
A
A
A

JAKARTA — Para astronom telah menemukan objek es berukuran besar di luar Pluto yang mungkin memenuhi syarat sebagai planet kerdil. Penemuan ini berpotensi menambah anggota baru ke dalam kelompok benda langit yang diakui secara resmi di tata surya.

Penemuan ini diumumkan pada Kamis (29/10/2026) oleh Observatorium Vera C. Rubin di Chili—sebuah fasilitas yang didanai oleh Amerika Serikat dan dilengkapi dengan kamera digital 3,2 gigapiksel terbesar di dunia, yang dirancang khusus untuk keperluan astronomi.

Para peneliti memperkirakan bahwa objek yang untuk sementara diberi nama 2026 ED138 ini memiliki diameter antara 600 hingga 1.500 km, menjadikannya salah satu kandidat planet kerdil terbesar yang pernah ditemukan. Saat ini, objek tersebut berada pada jarak sekitar 46 kali lebih jauh dari Matahari dibandingkan jarak Bumi ke Matahari. Sebagai perbandingan, jarak rata-rata Pluto dari Matahari adalah sekitar 40 kali jarak Bumi ke Matahari.

Objek ini kemungkinan besar tidak terdeteksi hingga saat ini karena posisinya yang berada di tengah latar belakang jutaan bintang di dekat bidang galaksi Bima Sakti. Namun, berkat serangkaian citra yang diambil oleh Observatorium Rubin serta perangkat lunak pelacakan khusus, para ilmuwan kini berhasil mendeteksi pergerakan objek tersebut.

Jika dikonfirmasi, ED138 akan bergabung dengan lima planet kerdil yang diakui oleh Persatuan Astronomi Internasional (International Astronomical Union), yaitu Eris, Haumea, Makemake, Ceres, dan Pluto—yang sebelumnya dianggap sebagai planet kesembilan dalam tata surya hingga diklasifikasikan ulang pada tahun 2006. Planet kerdil mengorbit Matahari dan memiliki gravitasi yang cukup kuat untuk membentuk wujud yang kira-kira bulat, namun berbagi ruang orbitnya dengan benda-benda langit lainnya.

ED138 mungkin cukup besar untuk memenuhi persyaratan kebulatan, namun para astronom masih memerlukan penelitian lebih lanjut dan pengukuran yang lebih baik sebelum dapat menentukan statusnya.

 

“Hal utama yang perlu kita lakukan adalah memastikan ukuran fisik 2026 ED138,” ujar penemunya, Matt Holman, seorang astrofisikawan di Center for Astrophysics, Harvard and Smithsonian, kepada Reuters. Ia menjelaskan bahwa ukuran ED138 saat ini diperkirakan berdasarkan pantulan sinar matahari. Padahal, menurut Holman, objek kecil yang berkilau bisa tampak sama terangnya dengan objek besar yang gelap.

Untuk menentukan ukuran sebenarnya dari objek tersebut, para peneliti dapat menggunakan teleskop ALMA di Chili, yang mampu mendeteksi radiasi yang dipancarkan oleh ED138 itu sendiri, sehingga membantu mendapatkan pengukuran yang lebih akurat.

Planet kerdil terakhir yang diakui secara resmi oleh Persatuan Astronomi Internasional (International Astronomical Union) adalah Haumea pada tahun 2008. Sejak saat itu, muncul kandidat-kandidat lain, termasuk 2017 OF201—yang penemuannya diumumkan pada Mei 2025—namun belum ada satu pun yang secara resmi ditambahkan ke dalam daftar tersebut.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement