Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bos Chery Minta Maaf atas Lepasnya As Roda Omoda 5 Berujung Recall Hampir 9 Ribu Unit

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Jum'at, 23 Oktober 2026 |15:42 WIB
Bos Chery Minta Maaf atas Lepasnya As Roda Omoda 5 Berujung Recall Hampir 9 Ribu Unit
Bos Chery Minta Maaf atas Lepasnya As Roda Omoda 5 Berujung Recall Hampir 9 Ribu Unit (X/@kamaghul)
A
A
A

JAKARTA - Chairman Chery, Yin Tongyue, meminta maaf atas insiden lepasnya as roda belakang Omoda 5 di Malaysia. Kejadian itu memicu penarikan kembali (recall) terhadap hampir 9 ribu unit Omoda 5. 

1. Bos Chery Minta Maaf

Dalam pidatonya di World Intelligent Connected Vehicles Conference (WICV) pada 21 Oktober, Yin Tongyue mengakui adanya kekhawatiran tersebut. Ia menyatakan telah meminta maaf kepada Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Datuk Seri Johari Abdul Ghani. 

Yin Tongyue pun mengimbau produsen otomotif asal China itu untuk melakukan ekspansi ke luar negeri dengan sikap rendah hati dan komitmen jangka panjang.

"Kami berekspansi ke luar negeri bukan untuk meraih keuntungan cepat, melainkan untuk membangun fondasi dan mengembangkan pasar tersebut dalam jangka panjang," ujar Yin, sebagaimana dikutip oleh Sohu. 

Ia menekankan pentingnya menghormati hukum, peraturan, dan praktik bisnis setempat saat memasuki pasar luar negeri.

As roda belakang Chery Omoda 5 lepas pada Oktober 2026. Peristiwa itu terjadi di Johor Bahru. 

Kejadian ini mendorong Departemen Transportasi Jalan Malaysia (JPJ) untuk mengambil tindakan regulasi.

Pada 11 Oktober, JPJ menangguhkan sementara Persetujuan Tipe Kendaraan (Vehicle Type Approval/VTA) untuk model Omoda 5, sehingga menghentikan pendaftaran unit baru selama proses penyelidikan dan penilaian risiko keselamatan berlangsung. 

Pihak departemen menginstruksikan Chery Malaysia untuk mengidentifikasi kendaraan yang berpotensi terdampak berdasarkan nomor suku cadang, kelompok produksi, dan Nomor Identifikasi Kendaraan (VIN).

Audit teknis yang dilakukan JPJ mencakup proses produksi dan perakitan, sistem pengendalian kualitas, pemeriksaan las, serta pemasok komponen poros terkait. Menurut pengumuman departemen tersebut, penangguhan ini terkait dengan penyelidikan yang sedang berjalan serta penerapan langkah-langkah perbaikan dan pencegahan yang tepat.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement