Penggunaan sinyal EEG memberikan pilihan kendali bagi orang yang memiliki keterbatasan gerak pada tangan atau anggota tubuh, tetapi tetap sadar dan mampu memahami instruksi.
“Pengguna hanya perlu memusatkan perhatian pada tombol arah yang ditampilkan di layar untuk mengendalikan pergerakan kursi roda tanpa menggunakan tangan,” jelas Xie.
Saat menjuarai kompetisi di Hangzhou, fitur keselamatan canggih AiMOGA BCI seperti sensor pengenal rintangan berbasis LiDAR dan navigasi peta otomatis justru disengaja untuk dinonaktifkan sesuai regulasi perlombaan. Artinya, pergerakan kursi roda murni mengandalkan ketepatan sinyal otak pengemudinya saat bernavigasi.
Namun, untuk penggunaan sehari-hari di luar arena kompetisi, AiMOGA BCI tetap dibekali fitur keamanan berlapis. Selain LiDAR dan depth camera untuk mendeteksi serta menghindari halangan otomatis, tersedia pula kendali layar sentuh, tombol henti darurat (emergency stop), hingga opsi pengambilalihan kendali secara manual oleh pendamping.
Kompetisi BCI di Hangzhou ini diinisiasi oleh National Healthcare Security Administration of China bersama Pemerintah Provinsi Zhejiang. Ajang bergengsi ini diikuti oleh 415 tim dari berbagai negara maju, termasuk China, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Singapura.
(Rahman Asmardika)