Claude dilaporkan telah diintegrasikan ke dalam perangkat lunak analisis dan pengawasan milik kontraktor Amerika, Palantir, yang digunakan oleh lembaga pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Pentagon, termasuk dalam kampanye militer AS yang sedang berlangsung melawan Iran.
Bulan lalu, kelompok intelijen Five Eyes, yang terdiri dari Australia, AS, Inggris, Kanada, dan Selandia Baru, memperingatkan bahwa model AI canggih dapat memberi peretas kemampuan untuk melumpuhkan pemerintah, bisnis, dan sistem penting dalam waktu dekat.
(Rahman Asmardika)