Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Misi Gabungan AS-Rusia Diluncurkan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 15 Juli 2026 |15:15 WIB
Misi Gabungan AS-Rusia Diluncurkan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional
Pesawat ruang angkasa Soyuz MS-29 lepas landas menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional dari landasan peluncuran di Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan, 14 Juli. (Foto: Roscosmos)
A
A
A

JAKARTA - Misi luar angkasa gabungan Amerika Serikat (AS)-Rusia telah lepas landas dari Kazakhstan menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Misi ini menyoroti kemitraan langka antara kedua negara yang tetap bertahan meskipun ada ketegangan terkait perang Ukraina.

Pesawat ruang angkasa Soyuz MS-29 Rusia, yang membawa kosmonot Rusia Pyotr Dubrov dan Anna Kikina bersama rekan NASA Anil Menon, lepas landas pada Selasa (14/7/2026) pagi dari pelabuhan antariksa Baikonur yang dioperasikan Rusia di Kazakhstan.

Awak pesawat ruang angkasa berhasil memasuki orbit dan dijadwalkan untuk berlabuh di ISS, tempat mereka akan tinggal selama delapan bulan, pada pukul 17.56 GMT.

Administrator NASA Jared Isaacman menghadiri peluncuran tersebut, menandai kunjungan pertama kepala NASA ke Baikonur dalam delapan tahun terakhir.

Sebelum peluncuran, Isaacman bertemu dengan Dmitry Bakanov, kepala perusahaan negara Rusia untuk kegiatan luar angkasa, Roscosmos.

Selama pertemuan dengan awak pesawat ruang angkasa pada Senin (13/7/2026), Isaacman berterima kasih kepada Roscosmos atas upaya mereka dalam mempersiapkan misi tersebut, dengan mengatakan bahwa "kerja sama terpadu yang dilakukan selama beberapa bulan terakhir mencerminkan profesionalisme dan dedikasi semua pihak yang terlibat".

Misi ini adalah penerbangan luar angkasa pertama bagi Menon, serta yang kedua bagi Dubrov dan Kikina.

 

Ketiga astronot tersebut akan bergabung dengan astronot NASA Jessica Meir, Jack Hathaway, dan Chris Williams, astronot Badan Antariksa Eropa Sophie Adenot, serta kosmonot Roscosmos Sergei Kud-Sverchkov, Sergei Mikaev, dan Andrei Fedyaev.

Dulunya rival sengit dalam perlombaan antariksa selama Perang Dingin, Rusia dan AS kini tetap bekerja sama dalam stasiun ruang angkasa dan proyek-proyek lainnya. Hubungan itu sempat ternoda oleh ketegangan setelah Moskow mengirim pasukan ke Ukraina pada tahun 2022, tetapi Washington dan Moskow terus bekerja sama, dengan awak AS dan Rusia terbang ke pos orbit menggunakan pesawat ruang angkasa masing-masing negara.

Rencana untuk kerja sama yang lebih luas, termasuk kemungkinan keterlibatan Rusia dalam program Artemis NASA untuk penelitian bulan, telah gagal. Karena Rusia semakin bergantung pada China untuk ekspor energi dan impor teknologi kunci di tengah sanksi Barat, Roscosmos telah memulai kerja sama dengan China dalam misi bulan prospektifnya.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement