Selain kendaraan, kesiapan pengemudi dan penumpang juga menjadi faktor penting. Rencanakan kebutuhan perjalanan dengan baik, termasuk barang bawaan, perlengkapan pribadi, obat-obatan, serta dokumen penting seperti SIM dan STNK yang masih berlaku.
Pastikan tubuh dalam kondisi fit dengan istirahat cukup, konsumsi makanan bergizi, dan menjaga asupan cairan. Sebelum berangkat, perhatikan pula keamanan rumah yang ditinggalkan, seperti mematikan peralatan listrik yang tidak diperlukan dan memastikan kondisi rumah aman. Hindari membawa muatan berlebih di dalam kabin agar visibilitas pengemudi tetap terjaga.
Selama perjalanan mudik, aktivitas akan terasa lebih nyaman bila direncanakan sejak awal dengan menentukan rute dan waktu keberangkatan yang tepat, serta manfaatkan sistem navigasi untuk memantau jalur utama maupun alternatif. Banyak pemudik memilih berangkat setelah sahur atau setelah berbuka puasa karena kondisi tubuh cenderung lebih segar dan suhu udara lebih sejuk.
Pemudik juga dianjurkan mengikuti informasi terkini mengenai prediksi puncak arus mudik serta pengaturan lalu lintas, seperti one way dan contra flow, melalui kanal resmi terpercaya dari otoritas terkait. Bagi pemudik yang menggunakan rute jalan tol, pastikan saldo kartu uang elektronik mencukupi, dan siapkan lebih dari satu kartu untuk antisipasi.
Selama perjalanan jauh, pengemudi sebaiknya beristirahat maksimal setiap tiga jam berkendara untuk menjaga fokus dan kebugaran. Pilih tempat istirahat yang aman
seperti rest area atau pos siaga mudik, serta selalu patuhi rambu lalu lintas dan gunakan fitur kendaraan sesuai peruntukannya, seperti sabuk pengaman dan lampu hazard hanya dalam kondisi darurat.
(Erha Aprili Ramadhoni)