Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berkendara Motor Aman saat Puasa, Ini 5 Tipsnya

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Selasa, 24 Februari 2026 |15:34 WIB
Berkendara Motor Aman saat Puasa, Ini 5 Tipsnya
Berkendara Motor Aman saat Puasa, Ini 5 Tipsnya (Dok Wahana Honda)
A
A
A

JAKARTA - Saat berpuasa, berkendara motor menuntut perhatian ekstra. Itu karena saat puasa, biasanya kondisi fisik maupun konsentrasi menurun. Hal ini patut diantisipasi agar keselamatan tetap terjaga. 

Berkendara motor bukan perkara mudah saat kondisi berpuasa karena kondisi fisik yang pasti menurun, lelah, kantuk, dan penurunan fokus. Meski begitu, pengendara diimbau lebih peduli terhadap kondisi diri dan menerapkan kebiasaan berkendara aman di setiap perjalanan.

“Keselamatan berkendara tidak hanya soal keterampilan mengendarai sepeda motor, tetapi bagaimana pengendara mempersiapkan diri sebelum berangkat dan tetap waspada selama di jalan. Saat berpuasa, berkendara menuntut lebih perhatian ekstra agar tetap cari aman,” ujar Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).

Terdapat sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian utama para pengguna sepeda motor selama berpuasa. Berikut 5 poin yang perlu diperhatikan saat berkendara ketika puasa agar tetap aman, nyaman, dan selamat:

1. Atur Rute Perjalanan

Merencanakan rute perjalanan menjadi langkah awal yang sangat penting sebelum berkendara. Dengan mengetahui jalur yang akan dilalui, pengendara dapat menghindari titik kemacetan tinggi atau jam sibuk lalu lintas yang berpotensi menimbulkan stres dan kelelahan. Rute yang lebih lancar membantu menjaga emosi tetap stabil dan konsentrasi berkendara tetap terjaga.

2. Atur Waktu Tidur 

Kurangnya waktu istirahat merupakan salah satu penyebab utama menurunnya konsentrasi saat berkendara. Selama Ramadhan, siklus tidur sering kali terpotong karena harus bangun sahur dan menjalankan ibadah malam. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat memicu rasa kantuk berlebih hingga microsleep yang sangat berbahaya. 

3. Perhatikan Asupan Makanan

Sahur memegang peranan penting sebagai sumber energi utama. Melewatkan sahur atau bahkan mengonsumsi makanan yang tidak seimbang dapat membuat tubuh cepat lemas dan mengantuk saat berkendara. Asupan cairan yang cukup juga membantu menjaga kebugaran tubuh sehingga konsentrasi tetap optimal.

 

4. Gunakan Perlengkapan Berkendara 

Perlengkapan berkendara bukan sekadar pelengkap, melainkan perlindungan utama bagi pengendara sepeda motor. Helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu wajib digunakan. Selain melindungi tubuh jika terjadi hal yang tidak diinginkan, perlengkapan berkendara lengkap juga meningkatkan rasa percaya diri dan kenyamanan selama perjalanan. 

5. Jaga Jarak Aman

Menjaga jarak aman antar kendaraan sangat krusial, terutama saat berpuasa ketika konsentrasi dapat menurun akibat rasa lelah atau haus. Dengan jarak yang cukup, pengendara memiliki waktu reaksi yang lebih panjang untuk mengantisipasi situasi darurat di jalan. Disiplin menjaga jarak aman merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain.
 
“Saat sudah merasa lelah, mengantuk, atau kurang fokus, sebaiknya jangan memaksakan diri. Menepi dan beristirahat sejenak adalah keputusan bijak. Pastikan sahur dengan nutrisi cukup, minum air yang memadai, dan berkendara dengan kecepatan yang wajar agar tetap aman selama Ramadhan,” tutur Agus Sani.


 

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement