Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Peneliti Sukses Ciptakan Kode QR Terkecil di Dunia, Ukurannya Lebih Kecil dari Bakteri

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 19 Februari 2026 |20:05 WIB
Peneliti Sukses Ciptakan Kode QR Terkecil di Dunia, Ukurannya Lebih Kecil dari Bakteri
Kode QR buatan TU Wien dan Cerabyte tercatat dalam rekor dunia Guiness sebagai Kode QR terkecil di dunia. (Foto: Tuwien.at)
A
A
A

JAKARTA – Sebuah tim peneliti dari Universitas Teknologi Wina (TU Wien), bekerja sama dengan perusahaan rintisan Austria-Jerman Cerabyte, telah menciptakan kode QR terkecil di dunia dengan ukuran lebih kecil dari bakteri. Prestasi ini telah diakui secara resmi oleh Guinness World Records.

Para peneliti mengatakan proyek ini bukan hanya tentang memecahkan rekor ukuran, tetapi juga tentang menunjukkan kemungkinan baru bagi teknologi penyimpanan data di masa depan.

Lebih Kecil dari Bakteri

Dilansir Gizmochina, kode QR ini sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang atau bahkan dengan mikroskop optik standar. Kode mungil ini hanya berukuran 1,98 mikrometer persegi, menjadikannya lebih kecil daripada kebanyakan bakteri.

Para ilmuwan hanya dapat melihat dan membacanya menggunakan mikroskop elektron canggih. Kode ini terdiri dari struktur modul 29 × 29, dengan setiap piksel berukuran hanya 49 nanometer. Ukuran ini sekitar sepersepuluh panjang gelombang cahaya tampak, menunjukkan seberapa jauh pengkodean data telah bergerak ke skala nano.

 

Teknologi dan Material yang Digunakan

Untuk membuat kode QR, para peneliti menggunakan teknologi berkas ion terfokus untuk mengukir desain ke dalam film keramik tipis. Keramik dipilih karena sangat stabil, tahan lama, dan mampu bertahan dalam lingkungan keras. Tidak seperti struktur tingkat atom yang dapat bergeser seiring waktu, material keramik membantu menjaga informasi tetap stabil dan dapat dibaca dalam jangka panjang. Penelitian ini dipimpin oleh Profesor Paul Mayrhofer dan melibatkan beberapa kontributor dari Institut Ilmu dan Teknologi Material TU Wien.

Teknologi ini berpotensi mengubah cara data disimpan dan dilestarikan di masa depan. Penyimpanan nano berbasis keramik memungkinkan informasi penting bertahan selama ratusan bahkan ribuan tahun tanpa daya, pendinginan, atau perawatan rutin. Teknologi ini dapat digunakan untuk arsip jangka panjang, data ilmiah, catatan budaya, dan dokumen pemerintah yang membutuhkan pelestarian permanen. Karena hampir tidak mengonsumsi energi setelah penulisan, teknologi ini juga dapat membantu mengurangi penggunaan daya pusat data dan menurunkan dampak lingkungan, sehingga penyimpanan digital menjadi lebih berkelanjutan dari waktu ke waktu.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement