JAKARTA – "Jam Kiamat" yang mengevaluasi keadaan dunia setiap tahunnya kembali bergerak ke posisi 85 detik menuju tengah malam, yang merupakan posisi terdekat yang pernah ada untuk menandai bencana global buatan manusia.
Bulletin of the Atomic Scientists, organisasi yang memperbarui Jam Kiamat, menyebut ancaman perang nuklir, perubahan iklim, dan kecerdasan buatan (AI) sebagai faktor utama yang mendorong pergerakan Jam Kiamat tahun ini.
"Lintasan kita saat ini tidak bisa dilanjutkan," tulis buletin tersebut dalam laporan mereka, sebagaimana dilansir Live Science. "Para pemimpin nasional — khususnya di Amerika Serikat, Rusia, dan China— harus memimpin dalam menemukan jalan keluar dari jurang kehancuran."
Kompetisi senjata nuklir antara negara-negara besar, termasuk dilanjutkannya uji coba nuklir oleh Amerika Serikat, semakin mempercepat perlombaan senjata. Konflik yang meningkat ini terjadi di tengah percepatan perubahan iklim, yang juga gagal dikendalikan oleh berbagai negara, turut berkontribusi pada pergerakan maju Jam Kiamat.