JAKARTA – Pembaruan HyperOS 3 terbaru dari Xiaomi dilaporkan menyebabkan beberapa perangkat mengalami kerusakan (brick), terutama smartphone impor dari merek tersebut yang menjalankan ROM global tidak resmi. Pembaruan ini membuat beberapa model terjebak dalam bootloop atau mode pemulihan. Berikut adalah apa yang diketahui dan bagaimana Anda mungkin dapat memperbaikinya.
Dilansir Gizmochina, beberapa ponsel Xiaomi, khususnya yang diimpor dari China dan dijual melalui saluran pasar gelap, mengalami masalah booting setelah memperbarui ke HyperOS 3. Ponsel pintar asal China ini dirilis secara tidak resmi dengan ROM global yang dikonversi.
Pada dasarnya, pembaruan ini memperkenalkan pemeriksaan kunci wilayah (region lock check) yang membandingkan perangkat keras ponsel dengan wilayah perangkat lunaknya. Jadi, jika perangkat lunak tidak sesuai dengan pasar yang dituju perangkat keras, OS gagal melakukan booting dan menjebak perangkat dalam kondisi pemulihan atau bootloop alih-alih memuat secara normal. Xiaomi menganggap ROM yang dikonversi sebagai instalasi perangkat lunak tidak sah, sehingga perusahaan tidak mengklasifikasikan hal ini sebagai “bug.”