JAKARTA - Beredar di media sosial bagian dalam mesin motor dan mobil berkerak. Hal tersebut didudga disebabkan penggunaan oli palsu dalam jangka waktu lama. Ini membuat pemilik kendaraan merogoh kocek lebih dalam karena kendaraan turun mesin.
Dalam video yang beredar, kondisi dalam mesin terlihat cukup parah dengan kerap yang cukup tebal. Bahkan, ada seperti gumpalan jel yang memenuhi bagian dalam mesin yang dapat menyumbat aliran oli.
Sales Manager PT Garuda Petro Perkasa, Erickson Hutabarat, menyampaikan ada beberapa cara membedakan oli asli dan palsu. Ini dapat membuat pemilik kendaraan bisa menghindari kerusakan lebih lanjut akibat pemakaian oli palsu.
"Pertama, untuk melihat oli itu asli atau palsu, perlu melihat packagingnya. Packagingnya tentu saja harus bagus, tidak rusak. Ada seal, biasanya di beberapa lubricant itu ada seal yang memang menjadi penanda bahwa ini adalah oli asli," kata Erickson, di Jakarta, dikutip Selasa (9/9/2025).
Berikutnya, Erickson mengatakan ketika tutup oli dibuka tidak berbau sangit atau tidak berbau bahan bakar. Menurutnya, oli asli biasanya berbau minyak buminya, yang merupakan aroma original dari lubricant.
"Ketiga, teman-teman membeli langsung di toko atau bengkel yang direkomendasikan oleh brand tersebut. Jadi jangan asal sembarang beri di tempat yang tidak kita pahami. Jadi cek lebih bagus beli di toko-toko atau store-store resmi dari lubricant. Atau kalau pergi ke bengkel, di bengkel umum itu membeli dari distributor resmi," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)