Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terancam Punah, Hiu di Italia Bisa Punya Anak Tanpa Membutuhkan Pejantan

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 08 Agustus 2024 |11:48 WIB
Terancam Punah, Hiu di Italia Bisa Punya Anak Tanpa Membutuhkan Pejantan
Hiu anjing pemburu halus (Mustelus mustelus) dapat bereproduksi dengan partenogenesis tanpa membutuhkan pejantan. (Foto: Scientific Report 2024)
A
A
A

DUA hiu betina yang terancam punah telah bereproduksi secara aseksual tanpa membutuhkan kehadiran hiu jantan, dalam apa yang tampaknya merupakan mekanisme mereka untuk menjaga kelansgungan spesies di tengah menurunnya populasi hiu jantan.

Diwartakan Live Science, dua hiu anjing pembutu halus (Mustelus mustelus) betina, yang dipelihara di sebuah akuarium di Italia terus bereproduksi sendiri tanpa melibatkan pejantan. Dalam studi yang diterbitkan pada 26 Juli di jurnal Scientific Reports, para ilmuwan mendokumentasikan reproduksi aseksual berulang pada kedua hiu dari spesies yang terancam punah tersebut.

Hiu tersebut biasanya ditemukan di Laut Mediterania dan perairan hangat lainnya, tetapi terancam oleh penangkapan ikan ilegal.

Kedua hiu betina tersebut dipelihara di Akuarium Cala Gonone di Italia dan telah menghabiskan 14 tahun terakhir tanpa pejantan. Sejak 2020, kedua hiu betina tersebut bereproduksi secara aseksual, yang menunjukkan partenogenesis fakultatif.

Partenogenesis

Reproduksi mandiri kedua hiu tersebut terjadi akibat parthenogenesis, yang berarti “kelahiran perawan” dalam bahasa Yunani. Ini terjadi saat sel telur berkembang menjadi keturunan tanpa pembuahan. Meskipun jarang terjadi pada vertebrata, fenomena ini telah diamati pada reptil seperti buaya dan ular air, amfibi, dan beberapa ikan.

Namun, ini adalah kasus partenogenesis fakultatif pertama yang terdokumentasikan — kemampuan untuk bereproduksi secara seksual dan aseksual — pada spesies hiu ini. Para peneliti menemukan bahwa kedua betina dapat bereproduksi secara partenogenesis kira-kira setahun sekali. Itu mengesampingkan kemungkinan reproduksi seksual karena sperma yang tersimpan, menurut para peneliti.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement