Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kosmonot Rusia Jadi Orang Pertama yang Habiskan 1.000 Hari di Luar Angkasa

Redaksi , Jurnalis-Senin, 10 Juni 2024 |12:30 WIB
Kosmonot Rusia Jadi Orang Pertama yang Habiskan 1.000 Hari di Luar Angkasa
Oleg Kononenko. (Foto: NASA)
A
A
A

MOSKOW Kosmonot Rusia Oleg Kononenko pekan lalu, tepatnya pada 5 Juni 2024, menjadi manusia pertama yang menghabiskan 1.000 hari di orbit. Kononenko telah memecahkan rekor waktu terlama yang dihabiskan di luar bumi pada Februari, melampaui rekor rekan senegaranya Gennady Padalka, yang berada di luar angkasa selama 878 hari, 11 Jam, 29 menit dan 48 detik. 

Kedua kosmonot mencapai rekor ini dalam lima misi, tetapi misi Kononeko lebih panjang dari Padalka, dan dia akan mencatat waktu lebih lama lagi di masa yang akan datang, sehingga rekornya tampaknya akan semakin meningkat.  

Jika semua berjalan lancar, Kononenko dijadwalkan meninggalkan stasiun Luar Angkasa Internasional pada 23 september yang akan datang. Hal ini akan membuat rekornya bertambah menjadi total 1.110 hari atau sekira 3 tahun.  

“Ada kesadaran bahwa anda telah mencapai suatu yang baru dan penting, bahwa anda telah mengatasi tonggak atau tolak ukur tertentu, dan menyentuh hal yang tidak diketahui” kata Kononenko pada kantor berita negara Rusia TASS, seperti dilansir dari Associated Press.  

“Hal ini memberikan kepercayaan diri dan kebanggaan atas pekerjaan yang telah dilakukan” 

Dalam gal jumlah kumulatif tinggal di orbit, jumlah astronot bahkan tidak mendekati rekor kosmonot. Astronot Amerika Peggy Whtson memegang rekor NASA untuk waktu kumulatif dengan 665 hari di luar angkasa.  

Untuk masa tinggal terlama yang terus menerus, sekali lagi para kosmonot Rusia berada di urutan terdepan. Valeri Polyakov berada di stasiun luar angkasa Mir selama 437 hari 18 jam (lebih dari 14  bulan) pada pertengahan 1990-an. Di pihak NASA, durasi terlama sebenarnya dilakukan secara tidak sengaja. Frank Rubio tertinggal di stasiun lebih lama dari yang diperkirakan karena masalah pesawat ruang angkasa. Dan dia berada disana selama 371 hari, yang dicapai pada September lalu.  

 

Berada di luar angkasa dalam waktu yang lama tentu akan berdampak signifikan pada tubuh manusia. Manusia tidak cocok untuk gaya berat mikro. Ada banyak hal aneh yang terjadi pada tubuh ketika berada di luar angkasa.  

Begitu sampai di luar angkasa, cairan seperti darah bergerak menuju kepala, yang pada awalnya menganggu, tetapi kemudian menjadi seimbang dengan cara yang mengkhawatirkan. Anda juga akan kehilangan sel darah, kehilangan kepadatan otot dan tulang, sehingga astronot cenderung menghabiskan waktu di gym. 

Selain anemia dan atrofi otot, semua kapalan di kaki akan hilang, jadi semuanya akan mulus seperti saat klita masih bayi. 

(Ivan Christian Deva) 

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement