Terdapat juga bukti keberadaan hominin di Asia Timur hingga 2,1 juta tahun yang lalu, namun keberadaan hominin sangat jarang sehingga Muttoni dan Kent berpendapat bahwa pergeseran populasi tidak dapat diidentifikasi.
Di sisi lain, pasangan ini berpendapat bahwa situs tempat tinggal hominin mulai muncul di seluruh Eurasia sekitar 900.000 tahun yang lalu.
Mereka menafsirkan data ini sebagai indikasi bahwa kondisi yang sangat kering di Afrika menjadi sangat tidak nyaman bagi nenek moyang kita pada saat itu sehingga sebagian besar dari mereka mati. Sementara itu, permukaan laut yang rendah memudahkan para penyintas untuk bermigrasi ke luar Afrika, menjadi nenek moyang Neanderthal dan Denisovan.
Muttoni dan Kent mengklaim bahwa banyak hewan Afrika lainnya, seperti gajah, melakukan migrasi serupa pada waktu yang bersamaan.
Para penulis tidak yakin apakah anggota keluarga manusia lainnya benar-benar sudah ada sebelumnya di Eurasia. Jika ada, usul Muttoni dan Kent, mereka mungkin kalah bersaing dengan pendatang baru atau mati lebih awal karena berbagai alasan.
Apa pun yang terjadi, mereka tidak meninggalkan warisan dalam genom manusia, bahkan kontribusi kecil yang diberikan Neanderthal dan Denisovan ketika H. sapiens pertama melakukan perjalanan keluar Afrika 100.000 tahun yang lalu.
(Rahman Asmardika)